Doa

bio_oswaldchambers“Apabila kita mengatakan bahwa Allah harus memberikan kepada kita jawaban atas doa, maka kita telah menyimpang. Maksud/tujuan doa adalah agar kita mendekat kepada Allah, bukan jawaban doa”. – Oswald Chambers (1874-1917), dalam “My Utmost for His Highest”


“Doa adalah upaya yang lahir dari kemauan. Setelah kita memasuki tempat kita yang tersembunyi dan menutup pintu, hal yang tersulit untuk dilakukan ialah berdoa …dan hal pertama yang harus kita perangi ialah pikiran yang mengembara.” – Oswald Chambers


“Pertempuran besar dalam doa pribadi ialah mengatasi masalah pemikiran yang sia-sia dan mengembara. Kita harus belajar mendisiplin pikiran dan kosentrasi kita pada doa yang penuh kemauan dan tekad.” – Oswald Chambers


“Kita tidak akan pernah menerima jika kita meminta keluar dari hawa nafsu kita, bukannya dari kemiskinan/kepapaan kita. Seorang papa yang meminta dengan tidak ada alasan lain kecuali dari keberadaannya yang hina dan miskin tidak malu untuk meminta. Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah”. – Oswald Chambers


“Jika Anda meminta banyak hal dari kehidupan ini, bukannya dari Allah, maka Anda “salah berdoa”; yaitu Anda meminta dari keinginan Anda untuk kepuasan Anda sendiri. Semakin Anda memuaskan diri sendiri semakin kurang Anda mencari Allah”. – Oswald Chambers


“Motivasi Anda janganlah berupa hasrat untuk dikenal sebagai orang pendoa. Jangan memiliki motivasi lain apapun selain untuk mengenal Bapa surgawi Anda. Mustashil untuk meneruskan hidup sebagai murid tanpa mengkhususkan waktu untuk doa pribadi”. – Oswald Chambers


“DOA bukanlah persiapan untuk pekerjaan yang lebih ebsar, doa adalah pekerjaan yang lebih besar”. – Oswald Chambers


“Jika kita mengandalkan Roh Kudus, kita akan menemukan bahwa doa-doa kita menjadi lebih dan lebih tak terucapkan, dan ketika kita tak dapat mengungkapkannya, takzim atau rasa hormat tumbuh lebih dalam dan lebih dalam”. – Oswald Chambers


“Kita tidak akan pernah menerima jika kita meminta keluar dari hawa nafsu kita, bukannya dari kemiskinan/kepapaan kita. Seorang papa yang meminta dengan tidak ada alasan lain kecuali dari keberadaannya yang hina dan miskin tidak malu untuk meminta. Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah”.

Refleksi: Apa yang akan berbeda dalam kehidupan dan doa saya jika saya benar-benar “miskin di hadapan Allah”?


Ya Allahku, selidikilah aku (Maz 139:23)

“Ya, Tuhanku,

Engkaulah Allah dari dini hari, Allah dari larut malam,

Allah dari puncak-puncak gunung dan Allah dari lautan samudra.

Akan tetapi, ya Allahku,

jiwaku mempunyai cakrawala yang jauh melampaui dini hari,

kegelapan yang lebih pekat dari malam di bumi,

puncak yang lebih tinggi dari puncak gunung mana pun,

kedalaman yang melampaui laut mana pun di dunia.

Engkau-lah yang menjadi Allah dari semua ini,

Jadilah Allahku,

Aku tidak dapat menjangkau ketinggian atau kedalaman hatiku;

ada motif-motif yang tidak dapat kutemukan, mimpi yang tidak dapat kusadari,

ya Allahku, selidikilah aku.” – Oswald Chambers, goo.gl/EVa0Dh


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s