Hidup Kristiani

bio_henri nouwen_86_104“DOA adalah jembatan antara kehidupan sadar dan tidak sadar kita. Sering kali ada jurang besar antara pikiran, kata-kata, dan tindakan kita, dan banyak gambar yang seliweran dalam lamunan dan mimpi malam. Berdoa adalah untuk menghubungkan kedua sisi kehidupan kita ini dengan pergi ke tempat di mana Allah berada. Doa adalah “pekerjaan jiwa” karena jiwa kita adalah pusat sakral di mana semua menyatu dan di mana Allah dengan kita dalam hubungan yang paling intim”. – Henry Nouwen (1932 –1996), pastor asal Belanda, dan penulis.


“Kekesalan dan rasa syukur tidak dapat hidup berdampingan, karena kekesalan membantut persepsi dan pengalaman hidup sebagai pemberian. Kekesalan saya memberitahu saya bahwa saya tidak menerima apa yang saya patut terima. Kesesalan selalu memanifestasikan dirinya dalam dengki”. – Henry JM Nouwen


“Kebahagiaan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kita harus memilih untuk bahagia dan terus memilihnya setiap hari”. – Henry JM Nouwen

“Kebanyakan kekerasan terjadi berdasarkan ilusi bahwa hidup itu adalah hak milik yang harus dipertahankan, bukan untuk dibagi”. – Henry JM Nouwen


“Rasa syukur mengalir dari pengakuan siapa kita sesunggunya dan apa yang kita miliki adalah pemberian yang diterima untuk dibagi” – Henri JM Nouwen


“Yesus harus menjadi pusat kehidupan saya. Tidaklah cukup bahwa Yesus adalah guru saya, penuntun saya, sumber inspirasi saya. Bahkan tidak cukup bahwa Dia adalah teman saya dalam perjalanan ini, sahabat saya dan saudara saya. Yesus harus menjadi jantung dari jantung saya – the heart of my heart, api kehidupan saya, cinta-kasih jiwa saya, mempelai roh saya. Dia harus menjadi satu-satunya pikiran saya, satu-satunya perhatian (concern) saya, satu-satunya hasrat saya”. ~Henri JM Nouwen (1932 – 1996)


“Pembacaan spiritual tidak hanya membaca tentang orang-orang yang rohani atau hal-hal rohani. Tetapi juga membaca secara spiritual! Yaitu membaca dengan keinginan untuk membiarkan Tuhan datang lebih dekat kepada kita…

Namun tujuan pembacaan spiritual, bukanlah untuk mendapatkan pengetahuan atau informasi, tetapi untuk membiarkan Roh Allah menguasai kita. Mungkin kedengaran aneh, membaca secara spiritual berarti membiarkan diri kita “dibaca” oleh Tuhan!

Pembacaan spiritual adalah membaca dengan perhatian batiniah pada gerakan Roh Allah dalam kehidupan kita. Dengan perhatian demikian, kita mengizinkan Tuhan untuk membaca kita dan menjelaskan kepada kita keberadaan kita yang sebenarnya – what we are truly about.” ~ Henri Nouwen (1932 -1996)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s