Kasih

“ …tahapan kasih yang lebih dalam, ketika kita bukan lagi mengasihi Allah karena kebaikan yang dilakukan-Nya atas kita, namun kita belajar untuk masuk ke dalam kasih kepada Allah karena sifat-sifat yang ada pada-Nya: kekudusan-Nya, kemuliaan-Nya, kebesaran-Nya, kebenaran-Nya, dan sebagai-nya. Kasih pada tahap ini memberi kita kekuatan untuk tetap mengasihi Tuhan saat kita sepertinya kurang mengalami kebaikan Allah secara langsung. Tahap ini juga membebaskan kita dari kasih yang hanya mau mengasihi Allah sejauh Allah masih memberkati saya.” – Billy Kristanto, dalam “Aku, Diriku, dan Kebajikan


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s