Rendah Hati

“Kebudayaan yang dipenuhi dengan semangat kompetisi sangat berperan besar dalam menghancurkan budaya rendah hati. Di situ orang bukan hanya sangat sadar akan dirinya sendiri, melainkan ia juga sangat sadar akan sesamanya yang tidak menjadi sesama manusia lagi melainkan musuh yang harus dikalahkan. …..Di sini kita perlu melihat dengan saksama bahwa isunya bukanlah melihat diri atau tidak melihat diri melainkan melihat diri dengan perspektif bagaimana. Orang yang terus-menerus melihat diri dengan semangat menjadikan dirinya sebagai yang paling penting, ya, bahkan menjadi pusat alam semesta, tidak mungkin mengerti apa artinya menjadi rendah hati.” – Billy Kristanto, dalam “Aku, Diriku, dan Kebajikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s