Iman

 

bio_andar ismailDr. Andar Ismail adalah adalah pendeta GKI Samanhudi Jakarta sejak tahun 1963 dan kini menjadi dosen Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Dan juga bekerja sebagai dekan Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Tulisannya pun sering diterjemahkan oleh gereja di mancanegara, misalnya Jepang, Taiwan, Amerika serikat, Belanda bahkan sampai di Norwegia. Seperti Ecumenical Review, Presbyterian Survey, Audenshaw Documents, Japan Christian Quaterly, Horizons Presbyterian Women, Laity Exchange, Presbyterian Outlook.


 

“Menjalani perputaran roda hidup dengan iman bukan berarti bahwa iman kita kuat. Orang beriman bukanlah orang yang tidak suka cemas, melainkan orang yang dalam kecemasannya bertumpu pada Kristus. Orang beriman bukanlah orang yang imannya besar, melainkan orang yang bertumpu pada rahmat Tuhan yang besar. Iman kita kecil dan lemah, tetapi itu tidak soal, sebab yang penting adalah bahwa rahmat Tuhan itu besar dan kuat”. – DR Andar Ismail, dalam “Selamat Bergumul: 33 Renungan tentang Iman”


“Iman adalah berpegang pada Kristus, dalam melangkah. Langkah demi langkah, pada waktu mujur atau malang, pada waktu sehat atau sakit, pada waktu cerah atau mendung, kita terus berpegang erat – pada Kristus, yang dapat diandalkan . – DR Andar Ismail


“Akan tetapi, dapatkah kita berpegang erat? Itulah soalnya. Seringkali tangan kita sendiri sudah lemah. Tangan kita tidak kuat lagi berpegang erat. Pegangan tangan kita mudah kendur lalu lepas. Tetapi untunglah, yang dibutuhkan pada saat-saat seperti itu bukanlah agar kita memegang Kristus, melainkan agar Kristus memegang kita. Karena itu, kekuatan seadanya sudah memadai. Keselamatan bukan bergantung pada kuat atau lemahnya cara kita memegang Kristus, melainkan pada cara Kristus memegangi tangan kita. Ia memegangi tangan kita dengan erat dan kuat”. – DR Andar Ismail


“Itulah iman! Begitu sederhana. Iman bukanlah kita memegang tangan Kristus, melainkan membiarkan Kristus memegangi kita. Iman adalah membuka diri pada Kristus agar Dia memegangi kita. Iman adalah berbisik “O Tuhan Yesus, pegang tanganku.” (Nyanyikanlah Kidung Baru 189) – DR Andar Ismail


“Kadang diartikan, bahwa kita bisa sembuh asalkan beriman. Berpuasa sambil berdoa, memberi persembahan, bernazar, dsb. Terkadang, iman dijadikan sebagai syarat kesembuhan…Lalu bagaimana jika ternyata masih belum sembuh juga? Mungkin kita jadi merasa iman kita masih kurang, masih kurang berdoa, kurang persembahan, kurang puasa, dsb. – masih kurang persyaratannya…Dengan menganggap bahwa iman kita bisa menyembuhkan, maka tanpa disadari kita menjadikan diri kita sebagai faktor penentu. Penentu kesembuhan bukan lagi kemurahan hati Tuhan, melainkan kesungguhan iman kita. yang menjadi penyembuh bukan lagi besarnya anugerah Tuhan, melainkan besarnya iman kita. –  DR Andar Ismail


“Imanmu telah menyelamatkan engkau” (Matius 9:22). Ayat ini sebenarnya harus diartikan kepada ” Kristus yang kau imani telah menyelamatkan engkau”. Bukan iman kita, melainkan Kristus yang kita imani, itulah yang menyembuhkan”. – DR Andar Ismail

“Terkadang juga, manusia berpikir bila dengan berobat ke dokter adalah pertanda kurang iman dan kurang berdoa pada Tuhan. Padahal meskipun berobat dengan cara apapun, kita tetap bergantung pada kemurahan Tuhan”. – DR Andar Ismail


“Dalam hal percaya, hubungan selalu datang dari dua arah. Kita bisa salah paham. Kita mengira bahwa dalam hubungan percaya, kitalah yang berprakarsa dan bersibuk dalam berhubungan dengan Tuhan. Sebenarnya tidak. Dalam prakteknya, kita baru ingat Tuhan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Padahal Tuhan selalu mengingat kita” – DR Andar Ismail


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s