Graham tentang tahun-tahun terakhirnya

bio_billy grahamBilly Graham, penginjil paling terkenal di abad 20 dalam satu wawancara dengan Newsweek pada ulang tahunnya yang ke 87 mengatakan bahwa ia tidak lagi punya waktu yang lama di dunia ini. Dalam usianya yang menjangkau 87 tahun, ia sedang melewati tahun-tahun terakhir hidupnya. Pada saat-saat begini apa yang penting dan apa yang tidak penting menjadi sangat jelas baginya. Berikut beberapa petikan dari apa yang diucapkannya:

“Saya banyak memikirkan tentang surga, saya memikirkan tentang kegagalan saya di waktu lampau, tetapi saya tahu semuanya telah ditutupi oleh darah Kristus, dan itu memberikan saya satu keyakinan yang besar”.


Anak perempuannya, Anne berkata, “Semakin Anda menjadi tua, hal-hal sekunder menjadi tidak penting dan luput dari ingatan. Hal yang utama sekali lagi menjadi hal yang terutama – bagi ayah, hal yang terutama adalah Yesus, mengasihi Tuhan secara total, dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri.”


Saat ditanya jika ia diberi kesempatan untuk memulai hidupnya sekali lagi, apakah yang akan ia lakukan, Graham menjawab, “Saya akan meluangkan lebih banyak waktu menyelami Kitab Suci dan teologi. Penyesalan saya yang terutama adalah saya tidak memberikan perhatian yang lebih kepada studi dan pembacaan. Saya menyesalinya karena saya merasa saya bisa lebih “penuh” jika saya lebih mengenal Kitab Suci. Saya mempunyai teman yang dapat menghafal sebagian besar dari ayat-ayat di Kitab Suci, dan itu sangat berarti bagi saya sekarang.” (Baginya hal itu penting karena Graham merasakan sudah mulai kehilangan daya ingatnya.)


Billy Graham di hari tuanya mempunyai keyakinan yang begitu besar tentang masa depannya di kekekalan. Sepanjang hidupnya ia sudah begitu banyak menabur bagi Tuhan. “Saya mempunyai keyakinan tentang kekekalan dan itu adalah hal yang sangat menakjubkan. Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberikan saya kepastian itu. Saya tidak takut akan maut. Saya mungkin sedikit takut pada prosesnya, tetapi bukan pada maut itu sendiri, karena saya pikir di saat roh saya meninggalkan tubuh yang fana ini, saya akan berada di hadirat Tuhan.”


Pada kesempatan lain, dalam wawancara dengan Christianity Today pada 2011, ketika ditanya,  apa nasihatnya pada orang-orang yang sudah lanjut tua, Graham menjawab:

“… Tuhan memiliki alasan untuk mengizinkan kita di sini (walaupun kita tidak selalu mengerti), dan kita perlu untuk menemukan pemahaman dalam Alkitab tentang hidup dan umur panjang sebagai pemberian dari Tuhan – karenanya itu sebagai sesuatu yang baik. Beberapa kali Alkitab menyebutkan orang yang meninggal “pada waktu telah putih rambutnya” – sebuah frase menarik – yang dalam Alkitab Inggris disebut “a good old age”.

Jadi bagian dari saran saya adalah belajar untuk puas, dan kita menyambutnya setiap hari sebagai hadiah dari Tuhan dan menyerahkannya ketangan-Nya. Kata-kata Paulus adalah benar pada setiap tahap kehidupan, tetapi terutama saat kita beranjak tua: “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” (1 Timotius 6: 6)”


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s