Hidup Kristiani

bio_dr sinclairferguson-02“Tidak ada yang lebih penting dari belajar tentang pertumbuhan Kristen daripada ini: Bertumbuh dalam kasih karunia berarti menjadi seperti Kristus”. – Sinclair B Ferguson


“Sungguh hanya dengan melihat dosa kita dapat melihat kebutuhan dan keajaiban kasih karunia”. – Sinclair B Ferguson


“Anda tidak dapat membuka halaman-halaman Perjanjian Baru tanpa menyadari bahwa salah satu hal yang membuatnya begitu ‘baru’, dalam segala hal, adalah bahwa di sini seseorang menyapa ‘Bapa’ kepada Allah. Keyakinan ini, bahwa kita dapat berbicara dengan Pencipta alam semesta secara intim, merupakan jantung dari iman Kristen. Melalui Kristus, kata Paul, kita memiliki “jalan masuk kepada Bapa” (Ep 2:18). ~ Sinclair B Feruson


“Mengapa harus kuatir, bila tangan-Nya memegang hidup saudara? Kekuatiran saudara merupakan bukti betapa saudara tidak cukup mengenal Dia, tidak mempercayaiNya dan belum berserah kepadaNya sebagaimana seharusnya”. ~ Sinclair B Feruson


“Saat kita hendak merampas hidup kita dari tangan Bapa, untuk kemudian menempatkannya di bawah kendali diri sendiri, saat itulah kita akan menemukan diri terhimpit oleh kekuatiran” ~ Sinclair B Feruson


“Rahasia kelepasan dari kekuatiran adalah kelepasan dari diri kita sendiri, maupun dari rencana pribadi kita. Namun, roh seperti ini hanya dapat muncul dalam hidup kita bilamana seluruh pemikiran kita telah dipenuhi oleh suatu pemahaman bahwa Bapa mutlak dapat dipercaya dalam menyediakan segala kebutuhan kita”. ~ Sinclair B Feruson


“Tetapi seluruh ajaran Khotbah di Bukit bergantung pada fakta bahwa Allah memerintah dunia ini, bahwa jalanNya adalah sempurna dan bahwa maksudNya akan terlaksana. Permohonan doa kita yang berbunyi “jadilah kehendakMu” dan “datanglah KerajaanMu” merupakan suatu pengakuan bahwa janjiNya akan digenapiNya suatu hari kelak. Pernyataan tersebut menyatakan komitmen pribadi kita atas semua kehendakNya bagi hidup kita. Hanya mereka yang menghargai ini dapat berkata pada diri mereka sendiri bahwa “hidup kami tidak akan berakhir, sampai pekerjaan kami bagi Allah berakhir”. ~ Sinclair B Feruson


“Saat Tuhan menolong kita untuk menyadari keberadaan kita yang sebenarnya di hadapan hadirat-Nya, saat itulah perasaan miskin secara rohani lahir di hati kita. Barulah setelah itu, kita pada akhirnya dapat melihat bahwa Tuhanlah satu-satunya pengharapan kita. Kita hanyalah manusia lemah yang tidak memiliki kebajikan apa pun untuk dapat membela diri di hadapan-Nya. Di depan pengadilan Tuhan, kita telah bangkrut dan menjadi para pengutang. Yang dapat kita lakukan hanyalah memohon pengampunan-Nya”. ~ Sinclair B. Ferguson, dalam “Khotbah di Bukit”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s