Kehidupan Kristen

“Only one life ’twill soon be past. Only what’s done for Christ will last” – Kehidupan setiap orang akan segera berlalu. Hanya apa yang dilakukan bagi Kristus akan tinggal tetap” CT Studd


“Jangan pernah perduli dengan status. Hanya ada status yang Tuhan ingin kita perdulikan, dan itu adalah status untuk mendekat kepada-Nya” – Michael Ramsey, Archbishop of Canterbury


“Begitu sibukkah anda dengan pekerjaan dunia sehingga anda tidak dapat, atau tidak mau datang ke hadirat-Nya? Betapa sering kita bersalah dalam hal ini! Kasihilah Dia karena pribadi-Nya, kesempurnaan-Nya, kebaikan-Nya, dan bukan semata karena apa yang dapat anda peroleh dari-Nya”. ~ David Clarkson (1622-1686)


“Semakin kita dekat pada suatu esensi, akan menjadi semakin baik. Semakin dekat dengan matahari, semakin terang; semakin dekat api, semakin panas; semakin dekat kebaikan, semakin baik; semakin dekat kebahagiaan, semakin bahagia. Oleh karena itu, sudahlah pasti merupakan kebahagiaan terbesar untuk semakin dekat kepada Allah”. ~Richard Sibbes (1577-1635)


“Tidak ada tindakan iman yang begitu menguatkan kita untuk melaksanakan tugas kewajiban kita selain keyakinan kita bahwa kekuatan kemahakuasaan Allah terlibat untuk menolong kita” ~ William Gurnall (1617-1679), pengkhotbah Inggris dan penulis


 “Mencari-cari kesalahan orang lain adalah sebuah kesenangan, dan kesenangan ini adalah dosa kefarisian, yaitu meninggikan diri sendiri dengan merendahkan orang lain, suatu cara yang amat murahan untuk memperoleh superioritas moral.”~ A.B Bruce (1831-1899) theolog Scotlandia


bio_thomas manton“Seorang munafik menunjukkan gairah yang lebih besar memamerkan kemampuannya di saat (tampil) bertugas di muka umum; sebaliknya ia sembrono dan dangkal bila berada sendirian dengan Allah”. ~Thomas Manton (1620-1677)


“Persekutuan yang dekat dengan Allah harus menjadi realitas, dalam pelaksanaan usaha yang keras dari kehidupan kita, persekutuan itu harus meresapi dan memberi warna bagi perasaan kita, bagi persepsi-persepsi kita, pemikiran kita, bayangan kita, kesediaan kita, tindakan kita, pembicaraan kita. Persekutuan itu tidak boleh menjadi faktor yang asing dalam kehidupan kita, tetapi harus menjadi gairah yang memberi nafas kepada seluruh eksistensi kita”.~ Abraham Kuyper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s