Kehidupan Kristiani

bio_cs lewis 117_88“Jika Anda ingin merasa hangat, Anda harus berdiri di dekat api: jika Anda ingin menjadi basah, Anda harus masuk ke dalam air. Jika Anda menginginkan sukacita, kuasa, kedamaian, hidup kekal, Anda harus mendekat kepada, atau bahkan masuk ke dalam sesuatu yang memilikinya. – C.S Lewis, apologetic ex Atheis dan ex Oxford


KEBAIKAN. “Orang Kristen berada dalam posisi yang berbeda dengan orang-orang lain yang mencoba menjadi baik. Mereka itu berharap, dengan menjadi baik, menyenangkan Allah jika memang Allah itu ada; atau – jika mereka berpikir tidak ada Allah – setidaknya mereka berharap mereka layak mendapatkan pengakuan dari orang-orang baik.

Namun orang Kristen berpikir setiap hal baik yang dilakukannya datang dari “kehidupan Kristus” dalam dirinya. Ia tidak beranggapan bahwa Allah mengasihi kita karena kita baik, tetapi bahwa Allah menjadikan kita baik karena Ia mengasihi kita; sama seperti atap dari rumah kaca tidak menarik matahari karena ia cerah, melainkan menjadi cerah karena matahari menyinarinya.”~ C.S. Lewis (1898-1963), penulis dan intelektual Oxford, apologis Kristen ex atheis, dalam “Mere Christianity”



“…… Dan dari upaya tanpa harapan itulah berasal hampir semua apa yang kita sebut sejarah manusia — uang, kemiskinan, ambisi, perang, pelacuran, kelas/kasta, kerajaan, perbudakan — kisah panjang yang mengerikan yaitu tentang manusia yang berusaha menemukan sesuatu selain/diluar Tuhan yang akan membuatnya bahagia”. ~ C.S. Lewis (1898-1963), penulis dan intelektual Oxford, apologis Kristen ex atheis, dalam “Mere Christianity”


DOSA “Jika ada orang yang berpikir bahwa orang-orang Kristen menganggap ketidak-sucian sebagai kejahatan yang tertinggi, ia benar-benar keliru. Dosa-dosa kedagingan itu jahat, tetapi semuanya itu adalah dosa yang paling tidak jahat di antara semua dosa. Segala kenikmatan yang lebih buruk adalah murni bersifat spiritual, yaitu kenikmatan karena menyalahkan orang lain, karena bersikap suka memerintah dan merendahkan dan merusak, dan menusuk-dari-belakang, kenik-matan-kenikmatan dari kekuasaan, dan dari kebencian”. ~C.S. Lewis 1898-1963), penulis dan intelektual Oxford, apologis Kristen ex atheis, dalam “Mere Christianity”, p. 150


IMAN “…jika apa yang Anda sebut iman Anda kepada Kristus tidak mencakup ketaatan terhadap perkataan-perkataan-Nya, maka itu sama sekali bukan iman — bukan iman atau kepercayaan kepada Dia, melainkan hanya penerimaan intelektual terhadap semacam teori tentang Dia”. ~C.S. Lewis 1898-1963), penulis dan intelektual Oxord, apologis Kristen ex atheis, dalam “Mere Christianity”, p. 211_

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s