Ibadah

bio_A_W_Tozer“Saya berani mengatakan, atas dasar otoritas dari semua yang dinyatakan dalam Firman Tuhan , bahwa setiap orang, pria atau wanita di muka bumi ini yang bosan dan berhenti  beribadah tidak siap ke surga . ” – A.W. Tozer


Bersyukur adalah persembahan berharga di hadapan Allah, dan itu adalah salah satu yang oleh kita yang termiskin dapat perbuat dan tidak menjadikannya lebih miskin tetapi lebih kaya karena telah melakukannya. – AW Tozer


“Allah ingin kita menyembah-Nya. Dia tidak membutuhkan kita, karena Dia adalah Allah yang “self-sufficient” dan tidak membutuhkan apapun atau siapapun, tetapi Dia menginginkan kita. Ketika Adam berdosa bukan dia yang berteriak, “Tuhan, dimanakah Engkau?” (tapi) Allahlah yang berteriak memanggil, “Adam, dimanakah engkau?” – A.W Tozer


“Saya menolak untuk memperdebatkan teori, tapi saya mencari persekutuan dengan hati yang berkobar:. Pria dan wanita yang tenggelam dalam ibadah, yang mengasihi Allah sampai ia adalah kekasih jiwanya”. A.W. Tozer

Hati manusia

bio_A_W_Tozer“Yang terluas di alam semesta bukanlah angkasa luar; tapi kapasitas potensial hati manusia. Karena diciptakan menurut gambar Allah, hati manusia mampu merentang hampir tak terbatas ke segala arah. Dan salah satu tragedi terburuk di dunia adalah bahwa kita membiarkan hati kita untuk menyusut sampai hampir tidak ada ruang lain didalamnya kecuali diri kita sendiri” – AW Tozer (1897 – 1963)


 

Hidup Kristiani

bio_A_W_TozerDISIPLIN. “Kita harus menghadapi kenyataan bahwa banyak saat ini ceroboh (careless) dalam hidup mereka. Sikap ini menyusup ke gereja. Kita mempunyai kebebasan, kita mempunyai uang, kita hidup dalam kemewahan komparatif. Akibatnya, disiplin telah menghilang. Seperti apa jadinya suara biola solo/tunggal jika senar pada instrumen musisi semuanya longgar, tidak meregang ketat, tidak ‘disiplin’?'” ~ AW Tozer (1897 – 1963)


“HATI yang dilalaikan akan segera menjadi hati yang diserbu pikiran duniawi; kehidupan yang dilalaikan akan segera menjadi kekacauan moral”. – AW Tozer (1897 – 1963)


KARAKTER. “Sebagaimana keunggulan baja adalah kekuatannya, dan keunggulan seni adalah keindahan, demikian juga keunggulan umat manusia adalah karakter moral”. – A.W. Tozer (1897 – 1963)


“BERSYUKUR adalah persembahan berharga di hadapan Allah, dan itu adalah salah satu yang oleh kita yang termiskin dapat perbuat dan tidak menjadikannya lebih miskin tetapi lebih kaya karena telah melakukannya”. – AW Tozer (1897 – 1963)


“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa banyak saat ini ceroboh – careless – dalam hidup mereka. Sikap ini menyusup ke gereja. Kita mempunyai kebebasan, kita mempunyai uang, kita hidup dalam kemewahan komparatif. Akibatnya, disiplin telah menghilang. Seperti apa jadinya suara biola solo/tunggal jika senar pada instrumen musisi semuanya longgar, tidak meregang ketat, tidak ‘disiplin’?'” ~ AW Tozer (1897 – 1963)


“Kita harus menyembunyikan ketidaksucian kita di bilur Kristus seperti halnya Musa bersembunyi di celah batu sementara kemuliaan Allah lewat. Kita harus berlindung dari Allah dalam Allah. Di atas semua kita harus percaya bahwa Allah melihat kita sempurna dalam anak-Nya sementara Dia mendisiplin dan menghajar dan menyucikan kita sehingga kita dapat mengambil bagian dalam kekudusan-Nya” – AW Tozer (1897 – 1963), The Knowledge of Holy


KETAATAN. “Alkitab tidak mengenal iman yang tidak membawa kepada ketaatan, juga tidak mengenal ketaatan yang tidak tumbuh dari iman. Keduanya berada di sisi yang berlawanan dari koin yang sama”. – AW Tozer (1897-1963)


HIDUP BARU.  “Ketika seseorang bertobat, mereka harus meninggalkan kehidupan lama mereka. Kita adalah anggota dari ciptaan baru, lahir dari atas, anak-anak Bapa, ahli waris bersama Anak – Yesus Kristus; surga adalah rumah kita, haleluya adalah bahasa kita dan kita milik sebuah kawanan kecil, kelompok minoritas, dihina dan dihindari orang”. – AW Tozer


DUNIA. “Setiap doktrin yang membuat dunia sahabat Anda bukan sahabat Anda. Doktrin yang membuat mudah bagi Anda untuk melekat dengan dunia dan cara-cara dunia, untuk menerima nilai-nilai dunia dan melakukan sesuatu dengan cara dunia, tidak berasal dari Allah; itu tidak mungkin”. – A.W. Tozer


“Tuhan mencari orang-orang melalui siapa Dia bisa melakukan hal yang mustahil. Sayang sekali kita merencanakan hanya hal-hal yang dapat kita lakukan dengan diri kita sendiri”. –  AW Tozer


“Kualitas kehidupan agama yang “mandek” adalah hasil dari kurangnya hasrat kudus. Cepat berpuas adalah musuh utama yang mematikan dari pertumbuhan rohani. Harus ada keinginan yang kuat atau kalau tidak, tidak akan ada manifestasi dari Kristus pada umat-Nya”. – A.W. Tozer

Allah

bio_A_W_Tozer_78“Apa yang datang dalam pikiran kita ketika kita berpikir tentang Allah adalah hal yang paling penting tentang kita. Sejarah spiritual manusia secara jelas menunjukkan bahwa tidak pernah ada agama yang lebih besar dari idenya tentang Allah. Apakah ibadah penyembahan kita murni atau benar ditentukan oleh tinggi rendahnya pandangan atau pemikiran kita akan Allah”. – A.W. Tozer, (1897-1963), The Knowledge of Holy.


“Masalah mendasar dengan gereja dewasa ini adalah konsepnya yang tidak layak tentang Allah … Agama kita lemah karena Allah kita lemah … Kekristenan pada waktu tertentu kuat atau lemah tergantung pada konsepnya tentang Allah”. – A.W Tozer, The Attributes of God: a Journey into the Father’s Heart.


“Kita harus menggeser perhatian kita dari yang terlihat kepada yang tak terlihat. Karena Realitas besar yang tak terlihat adalah Allah”. – – A.W. Tozer, (1897-1963)


“Saya pikir kebanyakan orang Kristen lebih senang jika Allah tidak menyelidiki urusan pribadi mereka terlalu dekat. Mereka ingin supaya Yesus menyelamatkan mereka, membuat mereka senang, dan membawa mereka ke surga pada akhirnya, tetapi tidak terlalu ingin tahu tentang perilaku mereka atau ibadah mereka. A. W. Tozer, (1897-1963)


“Iman yang benar bertumpu pada sifat/karakter Allah dan tidak meminta bukti lebih jauh selain kesempurnaan moral dari Dia yang tidak dapat berdusta. Cukuplah bahwa Allah telah mengatakannya demikian”. – AW Tozer (1897-1963)


“Dalam hampir segala sesuatu yang menyentuh kehidupan sehari-hari kita di bumi, Allah berkenan ketika kita senang. Dia menghendaki bahwa kita sebebas burung-burung untuk terbang dan menyanyikan pujian bagi pencipta kita tanpa rasa takut”. – AW Tozer (1897-1963)


“Ketika kita mencoba untuk memfokuskan pikiran kita pada Dia yang murni yang tidak diciptakan kita mungkin tidak melihat apa-apa, karena Dia berdiam di dalam cahaya dan tidak ada seorangpun bisa mendekati-Nya. Hanya dengan iman dan kasih kita mampu melihat-Nya pada saat Dia melintas di celah batu perlindungan kita”. – AW Tozer (1897-1963)