Kekristenan

bio_charles Chuck-Colson“. . cara pandang dunia Kristen lebih konsisten, lebih rasional, dan lebih dapat diterapkan daripada sistem kepercayaan lainnya. Ia itu mengalahkan semua paham lainnya dalam memberikan jawaban yang kredibel untuk pertanyaan-pertanyaan besar yang harus dijawab oleh setiap paham dunia: Dari mana kita berasal? (penciptaan); Apa dilema manusia? (jatuh dalam dosa); dan apa yang dapat kita lakukan untuk memecahkan dilema? (penebusan). Dan cara kita memandang dunia menuntun cara kita bekerja untuk mengubah dunia (restorasi).”- Charles Colson

Advertisements

Waktu

bio_charles Chuck-Colson“Bagi orang Kristen, pandangan tentang waktu seperti ditulis Agustinus, “ …..Engkau menjadikan segala waktu dan ada sebelum segala waktu”. Kita tidak perlu hidup tertekan oleh detak jam – tirani hal-hal yang mendesak. Nilai hidup tidak bergantung kepada titik kedudukan kita dalam waktu – muda, separuh baya, atau tua. Seluruh kehidupan dan waktu diciptakan Allah bagi kita, sebagai suatu karunia”. – Charles Colson


KEKEKALAN. Kita melihat seluruh kehidupan dan waktu yang diciptakan Allah bagi kita, suatu karunia. Jadi, waktu teragung dalam hidup kita bisa muncul di titik mana pun dalam hidup kita. Tiap-tiap saat kehidupan adalah karunia yang terbuka bagi kemungkinan kekekalan. Sebab itu, apa yang kita lakukan sekarang penting artinya bagi kekekalan, … untuk memiliki hubungan yang abadi dengan Allah. – Charles Colson


“Mengetahui bahwa kita memenuhi tujuan Allah adalah satu-satunya hal yang benar-benar memberikan istirahat untuk hati manusia yang resah-gelisah (restless)”. –Charles Colson


 

Kesukaran

bio_charles Chuck-ColsonCharles Colson, Charles “Chuck” Wendell Colson (1931 – 2012), Pemimpin Kristen, komentator budaya, penulis setidaknya 20 buku, mantan pembantu Presiden Nixon dan dipenjarakan dalam kasus Watergate, dan bertobat menjadi Kristen 1973, dan mendirikan pelayanan Persekutuian Penjara. Menerima 15 Doktor Kehormatan dan pada 1993 mendapat the Templeton Prize, dalam bidang agama atas “kontribusi yang luar biasa dalam meneguhkan dimensi hidup spiritual”


“PENDERITAAN tepat disebut “sekolah iman,” sebab hanya melalui kesukaran, kesulitan, dan kemunduranlah kita dibawa ke akhir diri kita. Kecenderungan manusia, khususnya yang berkemauan kuat, bersandar kepada kekuatan sendiri. Tetapi ketika hal-hal itu tidak tersedia, ketika segala sesuatu sudah gagal, ketika kita harus melepas semua harapan lain, kita dipaksa untuk mempercayai Allah saja”. – Charles Colson


“Jika kita setia kepada Allah dalam hal-hal kecil, kita akan mendapatkan pengalaman dan kekuatan yang akan membantu kita dalam percobaan kehidupan yang lebih serius. – Charles Colson


Istri Marthin Luther berkata, “Saya tidak akan pernah mengetahui makna banyak mazmur, menghargai kesulitan tertentu atau mengetahui karya batiniah jiwa; saya tidak akan pernah memahami praktik hidup Kristen dan pekerjaan Kristen, jika Allah tidak pernah mendatangkan kesusahan kepada hidup saya. – Charles Colson


Sama seperti baja dihasilkan oleh besi dan api, demikian karakter besar tidak dihasilkan oleh hidup mewah, tapi oleh penderitaan. Dan karakter adalah satu-satunya hal yang vital kita bawa menyeberang ke hidup baka, karena karakterlah yang membentuk jiwa kita dan mendalamkan iman kita. – Charles Colson