Penderitaan

bio_elisabeth elliot“Saya bukan seorang teolog atau sarjana, tapi saya sangat sadar akan fakta bahwa rasa sakit diperlukan bagi kita semua. Dalam kehidupan saya sendiri, saya pikir saya dapat mengatakan dengan jujur bahwa dari rasa sakit yang terdalam telah datang keyakinan kuat dari kehadiran Allah dan kasih Tuhan”. – Elisabeth Elliot (1926 – ), seorang misionaris, penulis dan pembicara.


 

Doa

bio_elisabeth elliot“Ya Kristus, menjadilah bagiku Tuan dan Kapten hidupku. Beri aku hati yang utuh untuk melakukan apa yang Engkau minta daripadaku dan untuk melakukan tidak apa-apa lagi. Biarlah aku mendengar suara-Mu dan tidak yang lainnya. Buatlah hidupku sebuah kesatuan utuh untuk kemuliaan-Mu. Amin”. Elisabeth Elliot (1926-2015)


“Karena seseorang yang telah menjadikan pengucapan syukur jalan hidupnya, doa paginya menjadi, ‘Ya Tuhan, apa yang akan Engkau berikan hari ini untuk dipersembahkan kembali kepada-Mu?'” – Elisabeth Elliott (1926-2015 )


 

Hidup Kristiani

bio_elisabeth elliot“Iba-diri (self-pity) adalah kematian yang tidak ada kebangkitan, sebuah lobang dalam dari mana tidak ada tangan penyelamat yang dapat menarik Anda keluar karena Anda telah memilih untuk tenggelam didalamnya”. – Elisabet Elliot (1926 – )


“Hari ini lah milikku. Besok adalah bukan urusanku. Jika saya mengintip cemas ke dalam kabut masa depan, mata rohani saya akan kelelahan sehingga saya tidak akan melihat dengan jelas apa yang dibutuhkan dari saya sekarang”. – Elisabet Elliot


“Jika Anda percaya pada Tuhan yang mengendalikan hal-hal besar, Anda harus percaya pada Tuhan yang mengendalikan hal-hal kecil”. – Elisabet Elliot


“Kami tidak dimaksudkan untuk mati hanya untuk mati. Tuhan tidak inginkan hal itu untuk makhluk kepada siapa ia telah memberikan nafas kehidupan. Kita mati untuk hidup”. – Elisabet Elliot


“Keresahan dan ketidaksabaran tidak mengubah apa-apa kecuali damai sejahtera dan sukacita kita. Damai sejahtera tidak bertempat dalam hal-hal lahiriah, tetapi dalam hati yang siap untuk menunggu dengan penuh percaya (trustfully) dan berdiam diri dihadapan Dia yang memiliki semua hal yang terjamin di tangan-Nya”. – Elisabeth Elliot


“Menantikan Tuhan menuntut kesediaan untuk menanggung ketidakpastian, untuk membawa dalam diri sendiri pertanyaan yang belum terjawab, mengangkat hati kepada Tuhan tentang hal itu setiap kali hal itu menyelinap masuk dalam pikiran kita”. – Elisabeth Elliot

Allah

bio_elisabeth elliot“Ada orang yang bersikeras bahwa itu adalah hal yang sangat tercela untuk mempertanyakan Allah. Bagi mereka, “mengapa?” adalah pertanyaan kasar. Hal itu tergantung, saya percaya itu. Masalahnya apakah itu sebuah pencarian yang jujur, dalam iman, untuk makna Tuhan dalam hidup; atau apakah itu adalah tantangan ketidak-percayaan dan pemberontakan (kepada Tuhan)”. – Elisabeth Elliot (1926 – ), seorang misionaris, penulis dan pembicara. Suami pertamanya, Jim Elliot, terbunuh tahun 1956 ketika mencoba melakukan kontak misionaris dengan suku Auca (Huaorani) di Ekuador timur. Elisabet kemudian menghabiskan 2 tahun sebagai misionaris kepada anggota suku yang membunuh suaminya. Kembali ke Amerika Serikat, setelah bertahun-tahun di Amerika Selatan, kemudian dikenal luas sebagai penulis lebih dari 20 puluh buku dan sebagai pembicara yang berkeliling ke seluruh negara, berbagi pengetahuan dan pengalamannya sampai usianya tujuh-puluhan.


“Saya bukan seorang teolog atau sarjana, tapi saya sangat sadar akan fakta bahwa rasa sakit diperlukan bagi kita semua. Dalam kehidupan saya sendiri, saya pikir saya dapat mengatakan dengan jujur bahwa dari rasa sakit yang terdalam telah datang keyakinan kuat dari kehadiran Allah dan kasih Tuhan. – Elisabeth Elliot


“Pengalaman telah mengajarkan saya bahwa Gembala Agung itu jauh lebih bersedia untuk menunjukkan bagi domba-Nya jalan untuk diikuti. Dia tak putus-putusnya berbelas kasih, sabar, lembut, dan penuh kasih. Jika kita, domba-Nya yang bodoh dan suka melawan, benar-benar ingin dipimpin, kita akan dituntun-Nya dengan pasti. Tentang hal itu saya yakin”. Elisabeth Elliot


“Sering merasa seperti tanah kering? Saya mengalaminya. Ketika membutuhkan penyegaran, saya menemukan bahwa jika, dari pada berdoa untuk kenyamanan dan kepuasan sendiri, saya meminta Tuhan memampukan saya memberi kepada orang lain, maka hal menakjubkan sering terjadi – saya menemukan kebutuhan saya terpenuhi dgn heran. Penyegaran datang dengan cara yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya”. – Elisabeth Elliot


“Dimanakah letak jaminan rasa aman Anda? Apakah Allah pengungsian Anda, tempat persembunyian Anda, kubu Anda, gembala Anda, penghibur Anda, sahabat Anda, penebus Anda, Juru Selamat Anda, pembimbing Anda? Jika ya, Dia, Anda tidak perlu mencari lebih jauh jaminan rasa aman”. – Elisabeth Elliot


“Di sinilah letak misteri yang luar biasa – bahwa Allah adalah penuh kuasa, namun tidak ingin memaksa. Allah memanggil kita untuk kerjasama. Kita diberikan kehormatan untuk berperan serta dalam perbuatan baik-Nya. Ingatlah, bagaimana Dia meminta bantuan dalam melakukan mujizat-Nya: “Isilah tempayan-tempayan itu”, “ulurkanlah tanganmu”, membagikan roti”. – Elisabeth Elliot


“Allah adalah Allah. Karena dia adalah Allah, Dia layak mendapatkan kepercayaan (trust) dan ketaatan saya. Saya tidak menemukan perhentian bagi roh jiwa saya kecuali dalam kehendak-Nya yang kudus yang tak terkatakan yang berada di luar pengertian terbesar saya tentang Dia” – Elisabeth Elliot


“Ya Kristus, menjadilah bagiku Tuan dan Kapten hidupku. Beri aku hati yang utuh untuk melakukan apa yang Engkau minta daripadaku dan untuk melakukan tidak apa-apa lagi. Biarlah aku mendengar suara-Mu dan tidak yang lainnya. Buatlah hidupku sebuah kesatuan utuh untuk kemuliaan-Mu. Amin”. Elisabeth Elliot