Alkitab

bio _hh rowley_82_108“Tak satupun dari pemahaman secara intelektual mengenai Alkitab, betapapun lengkapnya, mampu mencakup keseluruhan harta di dalamnya. Pernyataan ini bukan bermaksud untuk merendahkan pemahaman intelektual karena pemahaman tersebut sangat hakiki bagi suatu pemahaman yang lengkap. Namun untuk menunjukkan perlunya pemahaman secara rohani akan harta harta rohani dalam Alkitab, sebagai syarat kelengkapan pemahaman. Dan untuk pemahaman rohani ini, keberadaan hal-hal di atas kesadaran intelektualitas merupakan suatu keharusan. Hal-hal Rohani harus dimengerti secara Rohani, dan siswa Sekolah Alkitab perlu memiliki sikap penerimaan rohani, yaitu kerinduan untuk mencari Tuhan untuk menundukkan diri kepada-Nya, jika ia harus belajar melampaui batas keilmiahan untuk mendapatkan kelimpahan warisan dari Buku di atas segala buku ini”. – H.H. Rowley, (1890-1969),  dalam The Relevance of the Bible