Doa

bio_henri nouwen_86_104“Tanpa memiliki kesendirian bersama Tuhan sangatlah tidak mungkin untuk hidup dalam suatu kehidupan yang rohani. Kesendirian berarti memberikan waktu dan tempat bagi Allah berbicara kepada kita”. ~Henry Nouwen (1932-1966)


“Jika kita benar-benar percaya bahwa bukan hanya Allah itu ada, tetapi juga percaya bahwa Dia hadir secara aktif dalam kehidupan kita — menyembuhkan, mengajar, dan memimpin — maka kita perlu meluangkan waktu dan tempat secara khusus untuk memberikan perhatian kita kepada-Nya sepenuhnya”. Yesus berkata, “masuklah ke dalam kamarmu, ….. dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.” (Mat 6:6) – Henri Nouwen (1932-1966)


“Pada waktu kita telah mengikat diri untuk menyediakan waktu secara pribadi bagi Tuhan, maka kita mengembangkan perhatian yang sungguh terhadap suara Allah di dalam diri kita. – Henri Nouwen (1932-1966)


Kerinduan untuk menyendiri bersama Allah seringkali merupakan tanda awal dari doa, tanda awal kehadiran Roh Allah tidak lagi tidak kita ketahui”. ~ Henri Nouwen


“Dalam kesendirian bersama Allah itu, kita bisa mengetahui kehadiran Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Dengan demikian, perasaan sakit dan pergumulan yang kita hadapi pada saat menyendiri bersama Allah itu menjadi jalan menuju pengharapan, karena pengharapan kita tidak berdasarkan atas sesuatu yang akan terjadi setelah segala penderitaan kita berlalu, tetapi berdasarkan atas kehadiran Roh Allah yang benar-benar menyembuhkan semua penderitaan yang sedang kita alami”. – Henri Nouwen

Hidup Kristiani

bio_henri nouwen_86_104“DOA adalah jembatan antara kehidupan sadar dan tidak sadar kita. Sering kali ada jurang besar antara pikiran, kata-kata, dan tindakan kita, dan banyak gambar yang seliweran dalam lamunan dan mimpi malam. Berdoa adalah untuk menghubungkan kedua sisi kehidupan kita ini dengan pergi ke tempat di mana Allah berada. Doa adalah “pekerjaan jiwa” karena jiwa kita adalah pusat sakral di mana semua menyatu dan di mana Allah dengan kita dalam hubungan yang paling intim”. – Henry Nouwen (1932 –1996), pastor asal Belanda, dan penulis.


“Kekesalan dan rasa syukur tidak dapat hidup berdampingan, karena kekesalan membantut persepsi dan pengalaman hidup sebagai pemberian. Kekesalan saya memberitahu saya bahwa saya tidak menerima apa yang saya patut terima. Kesesalan selalu memanifestasikan dirinya dalam dengki”. – Henry JM Nouwen


“Kebahagiaan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kita harus memilih untuk bahagia dan terus memilihnya setiap hari”. – Henry JM Nouwen

“Kebanyakan kekerasan terjadi berdasarkan ilusi bahwa hidup itu adalah hak milik yang harus dipertahankan, bukan untuk dibagi”. – Henry JM Nouwen


“Rasa syukur mengalir dari pengakuan siapa kita sesunggunya dan apa yang kita miliki adalah pemberian yang diterima untuk dibagi” – Henri JM Nouwen


 

Pemimpin Kristiani

bio_henri nouwen_86_104“….pemimpin Gereja tak cukup hanya bermoral tinggi, terlatih, siap membantu sesama dan mampu menanggapi masalah-masalah hangat pada zamannya secara kreatif.

Di atas semuanya itu, pemimpin kristiani adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Pemimpin kristiani adalah orang yang benar-benar mau tinggal di hadirat Allah dan bersekutu dengan-Nya. Sehingga, visi Allahlah, dan bukan visinya pribadi, yang menjadi dasar dan arah kepemimpinannya. – Henri J. M. Nouwen, (dalam “Dalam Nama Yesus, Permenungan Tentang Kepemimpinan Kristiani”).


“Begitu sering dalam pelayanan, saya ingin melakukannya sendiri. Jika tidak jalan, saya pergi kepada orang lain dan berkata, “Tolong!” carikan suatu komunitas untuk membantu saya. Jika itu tidak berhasil, mungkin saya akan mulai berdoa. Tetapi cara atau kaidah yang Yesus ajarkan kepada kita adalah sebaliknya. Itu dimulai dengan Allah dalam kesendirian, kemudian hal itu menciptakan suatu persekutuan, komunitas orang-orang yang dengan siapa misi menjadi hidup, dan akhirnya komunitas ini keluar bersama-sama untuk menyembuhkan dan untuk memberitakan kabar baik”. – Henri JM Nouwen


“Jika kita ingin menjadi saksi seperti Yesus,  perhatian (concern) kita satu-satunya seharusnya adalah hidup dengan kasih Allah sebagai mana Yesus.” – Henri JM Nouwen