Kebahagiaan

bio_j-oswald-sanders91Menjadi miskin di hadapan Allah merupakan suatu sikap yang harus dirindukan. … Karena ia merasa tidak mampu untuk memenuhi tuntutan hidup dan sadar akan ketidak-mampuannya, maka ia terpaksa menggantungkan dirinya pada sumber-sumber Allah yang tak ada batasnya. …. Menurut ukuran duniawi, ia mungkin bukan orang yang berhasil, tetapi ia menikmati Kerajaan Surga. “Berbahagialah orang yang rniskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 5:3). – J Oswald Sanders (1902 – 1992), Director General OMF (Overseas Missionary Fellowship), dalam Spiritual Maturity

Kebahagiaan

bio_j-oswald-sanders91“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”. Perhatikanlah, miskin di hadapan Allah dan bukan berjiwa miskin. Bukan sekadar merasa kecil dan kurang percaya kepada diri sendiri, melainkan benar-henar mengosongkan diri dari ketergantungan kepada diri sendiri. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia merasa puas dengan diri sendiri. Ia menganggap dirinya tidak berarti. Seperti Paulus ia mengaku, “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku … tidak ada sesuatu yang baik.” – J. Oswald Sanders, (1902 – 1992), Director General OMF (Overseas Missionary Fellowship), dalam Spiritual Maturity