Allah

bio_jerry bridge

“Kekudusan adalah kesempurnaan semua atribut-Nya yang lain: Kuasa-Nya adalah kuasa yang suci; rahmat-Nya adalah rahmat yang suci; hikmat-Nya adalah hikmat yang suci. Kekudusan-Nya yang lebih dari atribut lainnya yang membuat-Nya layak menerima hormat pujian kita”.- Jerry Bridge, dalam “Mengejar Kekudusan”


“Tuhan tahu apa yang Ia lakukan. Tuhan tidak terbatas dalam hikmat/kebijaksanaan. Dia selalu tahu apa yang terbaik bagi kita dan apa cara terbaik untuk membawa hasil”. –  Jerry Bridge


 “Akhirnya, kita harus memikirkan pengetahuan yang paling penting dari semua. Yesus berkata, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus”. (Yohanes 17:3) Sesungguhnya disinilah pengetahuan yang benar mulai. Orang yang mengenal Allah dan takut akan Dia memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada semua pengetahuan yang digabungkan dari gabungan filsafat dan ilmu pengetahuan. Ahli ilmu pengetahuan dan filsuf bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan kehidupan ini, tetapi orang Kristen telah menemukan cara menuju kehidupan kekal. Itulah sebabnya pengetahuan orang Kristen lebih berharga yang dibuktikan oleh Yesus ketika Ia berkata: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya”. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Markus 8:36-37)


Dosa dan Kekudusan

bio_jerry bridge 81_95“Kekudusan dimulai dalam pikiran kita dan mewujud dalam tindakan kita. Benarlah bahwa apa yang kita biarkan memasuki pikiran kita sangatlah penting”. – Jerry Bridges, dalam “Mengejar Kekudusan”

“Program televisi yang kita tonton, film yang hadiri atau putari, buku-buku dan majalah yang kita baca, musik yang kita dengarkan, dan percakapan-percakapan kita semua mempengaruhi pikiran kita.”- Jerry Bridge



“Kita mungkin merasa bahwa kebiasaan tertentu ‘tidak terlalu buruk, tapi terus menyerah pada kebiasaan tersebut melemahkan kehendak kita melawan serangan dari godaan dari arah lain.”- Jerry Bridge


“Kita menjadi begitu terbiasa dengan dosa-dosa kita sehingga kadang-kadang kita terjerumus ke dalam keadaan hidup berdampingan secara damai dengannya, tapi Tuhan tidak pernah berhenti membenci dosa-dosa tersebut” – Jerry Bridge



“Tetapi kita harus berdoa setiap hari untuk kerendahan hati dan kejujuran untuk melihat sikap-sikap berdosa ini untuk mengenali dan menyadarinya dan kemudian (berdoa) untuk kasih karunia dan disiplin untuk mencabut mereka keluar dari pikiran kita dan menggantinya dengan pikiran menyenangkan Tuhan.” – Jerry Bridges

 

“Kita harus datang ke Firman Tuhan dengan roh kerendahan hati dan penyesalan karena kita menyadari bahwa kita berdosa, kita sering buta terhadap keberdosaan kita, dan bahwa kita perlu kuasa pencerahan dari Roh Kudus di dalam hati kita”. – Jerry Bridges


“Roh Kudus membuka relung batin hati kita dan memungkinkan kita untuk melihat septik tank moral yang tersembunyi di sana.” – Jerry Bridges


“Kita perlu menumbuhkan di dalam hati kita sendiri kebencian yang sama akan dosa seperti Tuhan membencinya. Kebencian akan dosa sebagai dosa, bukan hanya sebagai sesuatu yang menggelisahkan atau mengalahkan diri kita sendiri, tetapi sebagai hal yang tidak berkenan di hati Tuhan. Disinilah terletak akar dari kekudusan sejati”. – Jerry Bridge



“Kekudusan lebih dari sekedar tindakan belaka. Motif kita harus kudus, yaitu yang timbul dari keinginan untuk melakukan sesuatu saemata-mata karena itu adalah kehendak Tuhan. Pikiran kita harus kudus, karena segala pikiran kita diketahui Tuhan, bahkan sebelum terbentuk dalam pikiran kita”. – Jerry Bridge


 

Hidup kristiani

bio_jerry bridge 81_95.jpg“Kita dibawa ke Kerajaan Allah oleh anugerah atau kasih karunia, kita dikuduskan oleh kasih karunia, kita menerima berkat-berkat baik jasmani dan rohani oleh karena kasih karunia; kita dimotivasi untuk taat karena kasih karunia, kita dipanggil untuk melayani dan, akhirnya, kita dimuliakan oleh kasih karunia. Seluruh kehidupan Kristen di bawah kuasa kasih karunia Allah”. – Jerry Bridges (1929 – ), penulis, pembicara, staf “the Navigator”


“Tingkat ketaatan kita (kepada Tuhan) sering ditentukan oleh tolak ukur (standar) perilaku Kristen lain disekitar kita”. – Jerry Bridges  (1929 – )


“Obat bagi dosa kedengkian dan irihati adalah menemukan kepuasan kita dalam Tuhan”. – Jerry Brides


“Serangan materialisme terhadap jiwa kita dalam dua bentuk. Pertama materialisme membuat kita tidak puas dan iri terhadap orang lain. Kedua, hal itu membawa kita untuk memanjakan dan menurutkan keinginkan tubuh kita sehingga kita menjadi melempem dan malas”. – Jerry Bridges


“Kepuasan adalah salah satu ciri-ciri yang paling membedakan orang yang dekat dengan Tuhan, karena orang yang dekat dengan Tuhan memiliki hati yang fokus pada Tuhan bukan pada harta atau posisi atau kekuasaan”. – Jerry Bridges


“Begitu sering kita mencoba untuk mengembangkan karakter dan perilaku Kristen tanpa mengambil waktu untuk mengembangkan pengabdian berpusatkan Tuhan. Kita  mencoba untuk menyenangkan Tuhan tanpa meluangkan waktu untuk berjalan dengan-Nya dan mengembangkan hubungan dengan-Nya. Hal ini mustahil untuk dilakukan”. – Jerry Bridge


“Kesmobongan, dalam kaitannya dengan orang lain, adalah membandingkan diri dengan orang lain dan melihat diri kita sebagai lebih hebat (superior) dari mereka dalam beberapa hal – apakah itu dalam karakter, perilaku, atau prestasi/pencapaian”. – Jerry Bridges


“Saya sekarang menyadari bahwa, seperti halnya kita harus belajar untuk taat kepada Allah satu pilihan setiap kali, kita juga harus belajar untuk mempercayai Allah satu perkara setiap kali. Mempercayai Allah – trusting God – bukanlah masalah perasaan saya tapi masalah kemauan – my will. Saya tidak pernah merasa ingin mempercayai Allah ketika kesukaran menerpa, tapi aku dapat memilih untuk melakukannya bahkan ketika saya tidak merasa menyukai hal itu. Ini soal tindakan kehendak, meskipun, hal itu harus didasarkan pada keyakinan, dan keyakinan harus didasarkan pada kebenaran”. – Jerry Bridges


“Obat bagi ketidaksabaran akan penantian pemenuhan waktu Tuhan adalah percaya janji-janji-Nya, mentaati kehendak-Nya, dan membiarkan hasilnya kepada-Nya. Begitu sering ketika waktu rencana Allah berkepanjangan bertahun-tahun, kita menjadi berkecil hati, patah semangat dan ………. ingin menyerah atau mencoba untuk melakukan sesuatu menurut cara kita sendiri”. – Jerry Bridges


“Kita harus berdoa terus-menerus untuk kasih karunia-Nya yang memampukan kita untuk mengatakan TIDAK pada godaan, memilih untuk mengambil semua langkah praktis untuk menghindari wilayah atau bidang yang diketahui sebagai godaan dan lari dari pada hal-hal yang akhirnya hanya akan membuat kita terperangah”. – Jerry Bridges


“Kita harus jujur dg pertanyaan, ‘Apakah saya bersedia menyerahkan praktek atau kebiasaan tertentu yang menjauhkan saya dari kekudusan?’ Dlm titik komitmen inilah kebanyakan kita gagal”. – Jerry Bridges


“Kerendahan hati di hadapan Allah merupakan dasar untuk semua hubungan kita dalam hidup ini. Kita tidak bisa mulai mengalami kerendahan hati dalam hubungan dengan yang lain sebelum kita mengalami suatu kerendahan hati yang sungguh dan mendalam dalam sikap kita terhadap Allah, ketika kita sadar akan keberdosaan kita, hubungan makhluk ciptaan dengan Allah yang tak terbatas keagungan dan kesucian-Nya, kita tidak akan ingin membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain secara egoistis. Dan dengan tetap dalam kesadaran akan tempat kita yang hina di hadapan Allah, kita akan menghindari godaan kesombongan dan kompetisi”. – Jerry Bridge


“Mengejar kekudusan adalah kerjasama antara Tuhan dan orang Kristen. Tidak ada yang bisa mencapai tingkat kesucian apapun tanpa Tuhan bekerja dalam hidupnya, akan tetapi yakinlah juga tidak ada yang akan mencapai hal itu tanpa upaya di pihak kita. Tuhan telah membuat mungkin bagi kita untuk berjalan dalam kekudusan. Tapi Tuhan telah memberikan kepada kita tanggung jawab melakukan berjalan bersama Dia”. – Jerry Bridge


“Disinilah masalah kita dg kebiasaan menghakimi (judgementalism) dimulai: Kita menyamakan pendapat kita dengan kebenaran.” – Jerry Bridges