Kebangunan Rohani

bi-_john-piper 86_118“Ketika saya berdoa untuk kebangunan rohani, saya berdoa terlebih dahulu untuk hal yang paling radikal: pengabdian dan kesetiaan hati Anda kepada Kristus. Bahwa Anda akan mencintai-Nya dengan begitu dalam dan merindukan Dia dengan kegairahan yang besar sehingga kedatangan-Nya akan menjadi harapan besar Anda, dan kematian menjadi keuntungan, dan hidup adalah untuk Kristus dan kerajaan-Nya”. ~ John Piper

Kehidupan Kristen

bi-_john-piper 86_118“Anda harus menjaga dan memelihara kepercayaan Anda kepada Tuhan ketika Anda tidak berada dalam krisis. Jika kita menunggu sampai krisis melanda, kita tidak akan memiliki sumber daya atau kedalaman yang diperlukan untuk mempertahankan iman dengan baik” – John Piper


“Tumbuhkan keyakinan yang mendalam akan kasih dan kuasa Allah hari demi hari. Bangunlah kedisiplinan untuk bersekutu dengan Kristus setiap hari sehingga Anda terus bertumbuh. Bertumbuhlah agar ketika krisis melanda, akar Anda sudah menghunjam jauh ke dalam kasih karunia, sehingga serat pohon Anda akan kokoh. Maka Anda tidak akan serapuh begitu banyak orang Kristen lain ketika krisis melanda”.  ~John Piper


“Jika Anda mengikut Yesus hanya karena Ia membuat kehidupan Anda mudah saat ini, itu akan memperlihatkan kepada dunia bahwa Anda mencintai apa yang mereka cintai, dan Yesus kebetulan menyediakan itu bagi Anda. Akan tetapi, jika Anda menderita bersama Yesus di jalan kasih karena Ia adalah harta yang tak ternilai bagi Anda, akan menjadi nyata kepada dunia bahwa hati Anda diarahkan kepada harta yang berbeda dari mereka. Itulah sebabnya, Yesus menuntut agar kita menyangkal diri dan memikul salib kita dan mengikut Dia”. ~ John Piper, dalam “Apa yang Yesus Tuntut dari Dunia”

Pelayanan

bi-_john-piper 86_118“Allah tidak dilayani, saudara-saudara. Hati-hati. Ia bukan dilayani dengan cara seolah-olah Ia membutuhkan Anda atau pelayanan Anda. …lalu bagaimana cara Anda melayani Allah? ….Anda memosisikan diri Anda, Anda merancang hidup Anda, dan Anda mengerahkan segenap tenaga, upaya, waktu dan kreativitas demi memosisikan diri Anda di bawah air terjun berkat Allah yang tak berkesudahan, sehingga Ia tetap menjadi sumber dan Anda tetap menjadi penerima yang tak memiliki apa-apa. Anda tetap menjadi penerima, Ia tetap menjadi pemberinya; Anda tetap merasa lapar, Ia tetap menjadi rotinya; Anda tetap merasa haus, Ia tetap menjadi airnya. Sesungguhnyalah, Anda tidak boleh melakukan upaya pembalikan peran yang menghujat Allah. …. Saya berada di sisi penerima ketika saya sedang melayani. Jika tidak demikian, maka saya menempatkan Allah pada posisi penerima; saya menjadi pemberinya, sehingga saya pun menjadi Allah” – John Piper, dalam “Gairah akan Supremasi Allah”

Sukacita

bi-_john-piper 86_118“Sukacita saya bukan mencapai kepenuhannya ketika Allah menjadikan diri saya pusat dari alam semesta. Sukacita saya akan mencapai kepenuhannya justru ketika Allah menjadi pusat dari alam semesta, untuk selamanya, dan menarik saya masuk ke dalam persekutuan dengan diri-Nya, untuk memandang Dia, mengenal Dia, menikmati Dia, mengasihi Dia, memandang Dia berharga, menikmati kepenuhan di dalam Dia, di sepanjang hari-hari di dalam kekekalan”. – John Piper, dalam “Tinjauan Terhadap Gairah Akan Supremasi Allah”


 

Iman

bi-_john-piper 86_118“Anda harus menjaga dan memelihara kepercayaan Anda kepada Tuhan ketika Anda tidak berada dalam krisis. Jika kita menunggu sampai krisis melanda, kita tidak akan memiliki sumber daya atau kedalaman yang diperlukan untuk mempertahankan iman dengan baik” – John Piper


“’Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah’ (Ibr 11:6)  Jika Anda rindu diperkenan oleh Allah, Anda harus memiliki iman. Apakah iman itu? Datang kepada Dia yang benar itu dengan keyakinan yang sungguh bahwa Ia akan memberi upah kepada Anda karena datang kepada Dia. Jika Anda tidak percaya akan hal itu, atau jika Anda datang kepada Allah dengan motivasi yang lain, Anda tidak akan berkenan bagi Allah”. – John Piper, dalam “Gairah akan Supremasi Allah”


“Apakah sebenarnya iman itu? Menurut theologi Rasul Yohanes, iman adalah tindakan datang kepada Yesus demi kepuasan jiwa kita sedemikian rupa, hingga seolah-olah tak ada sesuatu pun yang lain yang mampu memuaskannya. Itulah iman. Kata Yesus, ‘Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.’ Perhatikanlah itu: barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi”. – – John Piper, dalam “Gairah akan Supremasi Allah”

Teologi Kemakmuran

bi-_john-piper 86_118“Memikat orang kepada Kristus untuk menjadi kaya adalah menipu dan mematikan. Itu menipu karena ketika Yesus sendiri memanggil kita, Ia mengatakan hal-hal seperti: “Tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:33). Dan itu mematikan karena keinginan untuk menjadi kaya menjerumuskan “orang ke dalam keruntuhan dan kebinasaan” (1 Timotius 6:9). – John Piper


“Yesus berkata, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah” Murid-muridnya tercengang, sebagaimana banyak orang dalam gerakan “kemakmuran” akan tercengang. Maka Yesus terus membangkitkan ketercengangan mereka bahkan lebih tinggi dengan mengatakan, “Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Mereka menanggapi dalam ketidakpercayaan: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Markus 10:23-27). Pertanyaan saya kepada para pengkhotbah kemakmuran adalah: Mengapa Anda ingin mengembangkan fokus pelayanan yang lebih mempersulit orang untuk masuk ke sorga”?- John Piper


 

Kelahiran Baru

bi-_john-piper 86_118“Kita tidak menyebabkan kelahiran baru. Allah menyebabkan kelahiran baru. Hal baik apa pun yang kita lakukan adalah akibat dari kelahiran baru, bukan penyebab kelahiran baru. Ini berarti bahwa kelahiran baru mentah-mentah kita terima. Itu tidak berada dalam kontrol kita. Karena itu, itu menghadapkan kita pada ketidakberdayaan kita dan kebergantungan mutlak kita pada Pribadi di luar diri kita”. – John Piper


“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus” -John Piper


“Apa yang terjadi pada kelahiran baru bukanlah memperoleh agama baru tetapi memperoleh hidup baru. “Apa yang terjadi pada kelahiran baru bukan sekadar meneguhkan yang supernatural dalam Yesus, tetapi mengalami yang supernatural dalam diri Anda. Apa yang terjadi pada kelahiran baru bukanlah peningkatan natur manusia lama Anda, tetapi penciptaan natur manusia baru – suatu natur yang sungguh-sungguh Anda, diampuni dan disucikan; suatu natur yang sungguh-sungguh* baru*, dan sedang dibentuk oleh Roh Allah yang mendiami”. – John Piper


“Apa yang terjadi pada kelahiran baru adalah bahwa hidup yang belum ada sebelumnya menjadi ada. Hidup baru terjadi pada kelahiran baru. Ini bukanlah aktivitas atau disiplin atau keputusan religius. Ini adalah datang ke dalam hidup”.- John Piper

Doa

bi-_john-piper 86_118“Kita selalu menyatakan terlalu sibuk dan tidak ada waktu untuk berdoa. Pada dasarnya hal itu sama dengan mengatakan kita tidak ada waktu untuk Tuhan. Namun kita tampaknya ada waktu untuk membuka Facebook, MySpace, pergi ke mall dan ke banyak tempat dengan teman-teman. Betapa sedihnya Tuhan dibuat hal itu”. – John Piper


“Kunci dari kehidupan Kristen adalah lapar dan dahaga akan Tuhan. Dan satu dari alasan utama orang-orang tidak mengerti atau tidak mengalami kuasa yang berdaulat dari anugerah dan caranya bekerja melalui penggugahan sukacita yang penuh adalah bahwa lapar dan dahaga akan Tuhan begitu kecil”. – John Piper


“Kunci dari berdoa dengan kuasa adalah menjadi seseorang yang tidak menggunakan Allah untuk tujuan sendiri, tetapi sepenuhnya mengabdi untuk digunakan untuk maksud tujuan Allah”. – John Piper


“Doa, bukan hanya ukuran hati kita, yang mengungkapkan apa yang sebenarnya kita inginkan, tetapi juga pertolongan yang sangat diperlukan oleh hati kita ketika kita tidak menginginkan Allah seperti yang seharusnya”. – John Piper, dalam “When I Don’t Desire God”