Biografi Jurgen Moltmann

bio_jurgen-moltmannJurgen Moltmann dilahirkan di Hamburg Jerman pada tanggal 8 April 1926 dan dibesarkan dalam lingkungan yang sangat sekuler. Pada umur 16 tahun Moltmann mengidolakan Albert Einstein dan berharap untuk belajar matematika di Universitas.

Teologi belum memainkan apapun dalam hidupnya. Moltmann menempuh ujian masuk untuk melanjutkan pendidikannya, namun sebaliknya ia pergi berperang sebagai seorang tenaga pembantu dalam angkatan udara Jerman. Bahan-bahan Bacaan yang dibawanya ke dalam penderitaan perang adalah Puisi-puisi karya Goethe dan karya-karta Nietzsche.

Pada tahun 1944 ia sungguh-sungguh terkena wajib militer dan menjadi tentara di militer Jerman. Pada tahun 1945 ia menyerah kepada tentara Inggris dan dari tahun 1945 sampai 1948 ia ditawan sebagai tawanan perang dan dipindahkan dari satu kamp ke kamp yang lainnya. Ia mula-mula ia ditawan di Belgia. Di kamp di Belgia, para tawanan tidak mempunyai banyak kegiatan akibatnya pikiran-pikiran mereka mulai tersiksa.

Moltman dan rekan-rekan setahanan merasa tersiksa oleh kenangan dan pikiran-pikiran yang menghawatirkan. Moltmann mengaku telah kehilangan semua pengharapan dan kepercayaan terhadap budaya Jerman karena kamp-kamp konsentrasi tempat orang Yahudi dan yang lain-lainnya yang ditahan oleh Nazi telah dibunuh. Moltmann mengaku bahwa ia menyesal sehingga ia sering merasa bahwa lebih baik ia mati bersama-sama dengan rekan-rekannya dari pada tetap hidup untuk menghadapi apa yang telah dilakukan bangsanya.

Moltmann bertemu dengan sekelompok orang Kristen di kamp itu dan seorang pendeta tentara Amerika memberikan kepadanya sebuah Kitab Perjanjian Baru dan Mazmur. Perlahan-lahan ia mulai mengidentifikasi dan mulai mengandalkan iman Kristen. Pada akhirnya Moltmann mengaku “saya tidak menemukan Kristus, Dialah yang menemukan saya.”

Setelah penahanan di Belgia, ia dipindahkan di sebuah kamp di skotlandia dan di sana ia bekerja dengan orang-orang Jerman lainnya untuk membangun kembali daerah-daerah yang rusak karena pengeboman. Keramahtamahan penduduk setempat terhadap para tawanan menimbulkan kesan yang mendalam pada dirinya.

Pada Juli 1946, ia dipindahkan untuk terakhir kalinya ke sebuah penjara Inggris yang terletak dekat dengan Nottingham yaitu kamp Northern. Kamp itu dioperasikan oleh YMCA (Youth Mission Christian Assuciation), dan di sana Moltmann bertemu banyak mahasiswa teologi. Di kamp Northern ia menemukan buku Reinhold Niebuhr, Nature and Destiny of Man I, itu adalah buku teologi pertama yang pernah dibacanya dan Moltmann mengaku bahwa buku itu menimbulkan dampak yang hebat dalam hidupnya.

Pada tahun 1948 Moltmann kembali ke rumahnya dan menemukan kotanya Hamburg dan seluruh negerinya dalam keadaan hancur karena pengeboman tentara sekutu semasa perang dunia ke II. Moltmann menempuh pendidikan teologinya di Universitas Goettingen, sebuah lembaga yang para profesornya merupakan pengikut-pengikut Karl Barth.

Advertisements

Salib

bio_jurgen-moltmann“Yesus Kristus yang menderita, wafat, dan bangkit adalah wujud solidaritas Allah, atau keterlibatan hidup Allah dalam sejarah manusia yang mengalami penderitaan. Allah pun tersalib di dalam manusia yang menderita. Yesus menjadi realitas konkret solidaritas Allah atas dasar cintakasih-Nya”. –  Jürgen Moltmann, dalam “The Crucified God”