Pelayanan

Oleh karena itu Allah tidak menilai pekerjaan kita sesuai dengan martabat atau kemuliaan yang kelihatan. Bukan pula dari dimensi keberhasilan materiil, yaitu hasilnya. Ia tidak melihat apakah kita telah berhasil melakukannya atau tidak, apakah kita telah menghasilkan sesuatu yang besar atau kecil. Ia hanya melihat, di dalam Roh yang mana kita telah melaksanakan pekerjaan itu”. O Hallesby, “Dibawah Naungan Sayap-Nya”,

Advertisements

Doa

bio_ Ole_Hallesby_87_104.jpg“Perhatikan setiap kata di sini. Bukan doa kita yang menarik Yesus ke dalam hati kita. Juga bukan doa kita yang menggerakkan Yesus untuk datang kepada kita. Yang Ia butuhkan pintu yang terbuka. Dia datang atas kehendak-Nya sendiri, karena Dia ingin masuk. Berdoa tidak lebih dari membiarkan Yesus masuk dalam kebutuhan kita, dan mengizinkan Dia untuk mengerjakan kuasa-Nya dalam masalah kita. Dan ini tidak memerlukan kekuatan (dari pihak kita) . Ini hanya soal kemauan kita. Apakah kita bersedia memberikan Yesus jalan masuk ke dalam kebutuhan kita?” – Ole Hallesby (1879-1961), penulis 67 buku kebanyakan buku teologi dan etika. Dia merupakan salah satu penentang keras pendudukan Nazi di Norwegia, dan pernah dijebloskan kedalam Camp Konsentrasi.


“Ada saat-saat ketika saya tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan kepada Tuhan. Jika saya terus berdoa dalam kata-kata, saya hanya mengulangi apa yang telah saya katakan. Pada saat-saat seperti itu adalah sangat bagus mengatakan kepada Tuhan” Kiranya aku ada di hadirat-Mu, Tuhan. Saya tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepada-Mu, tetapi saya rindu berada di hadirat-Mu.” Ole Hallesby


“Kita perlu belajar untuk mengenal Dia (Allah) dengan baik sehingga kita merasa aman ketika kita telah menyerahkan dan meninggalkan kesulitan kita pada-Nya. Hal itu merupakan prasyarat dari semua doa yang benar”. – Ole Hallesby


“Ketika kita berdoa, masuk kedalam pertemuan kita dengan Tuhan, kita harus seperti seorang pasien terhadap dokternya, pertama-tama siap diperiksa dengan seksama dan barulah kemudian diberikan obat sesuai penyakitnya. Maka sesuatu akan terjadi ketika Anda berdoa”. – Ole Kristian O. Hallesby


“Pujian berada pada tingkat yang lebih tinggi dari pada pengucapan syukur. Ketika saya menaikkan syukur, pikiran saya masih berputar-putar sekitar diri saya. Tetapi dalam pujian (kepada Tuhan), jiwa saya naik kepada pemujaan dan penyembahan yang melupakan-diri, menatap dan memuji hanya keagungan dan kuasa-Nya, kasih-karunia-Nya dan penebusan-Nya”. – O. Hallesby


“Bila kita dalam doa hanya mencari kemuliaan nama Tuhan, maka kita dalam keselarasan yang penuh dengan Roh doa. Kemudian hati kita teduh baik sementara kita berdoa dan setelah kita berdoa. Kemudian kita bisa menunggu Tuhan”. Ole Hallesby


“Kita perlu belajar mengenal Dia sedemikian baik sehingga kita merasa aman ketika kita meninggalkan kesulitan kita pada-Nya. Dan pengenalan demikian itulah prasyarat dari semua doa yang benar.” ~ O Hallesby