Hikmat

bio_derek tiddbal120_160“……mengapakah pengalaman hidup kita sangat mengecewakan? Pengkhotbah menyimpulkan bahwa hal itu karena Allah telah “memberikan kekekalan dalam hati manusia,” …..kita dibuat sesuai dengan gambaran Allah. Ia kekal
adanya, dan gambaran tersebut tertanam kokoh di dalam kita. Jadi kita tidak akan pernah mendapatkan kepuasan kecuali dalam hubungan kita dengan-Nya. Segala jalan lain menuju kepuasan pada akhirnya akan meninggalkan kita gelisah dan tidak puas”. ~ Derek Tidball, dalam “That Is Life” (Ind, Menjaring Angin), p. 56


“Kebijaksanaan tidak ada kaitannya dengan kepandaian akademis. Orang yang gagal mendapat gelar sarjana, mungkin sangat bijaksana. Kita mengetahui kenyataan bahwa banyak sarjana yang secara total kurang bijaksana. Kebijaksanaan (hikmat) adalah hidup dengan hormat di hadapan Allah. Hikmat adalah takut akan Allah di atas segala-galanya. Hikmat adalah untuk memahami dunia dan kehidupan Anda sendiri dari segi pandangan Allah…..Dampaknya berarti hidup dalam cara yang telah ditunjukkan Allah pada kita dalam Alkitab. ….Kalau Anda memiliki hikmat maka tidak akan langsung terjatuh kalau menghadapi bencana dalam kehidupan ini”. ~Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 140, 141


“Orang bijaksana tahu apa yang benar dan apa yang salah. Dan kalau menghadapi cobaan, dia tahu bahwa dia tidak harus menyerah pada cobaan itu. Alkitab penuh de ngan nas yang menjamin bahwa kita bisa menolak pencobaan secara berhasil (al. Mzm 119:9,11; 1 Kor 10:13). Dan banyak telah membuktikannya berhasil. Jadi orang bijaksana berpaling pada Allah untuk mendapatkan kekuatan dari Dia. Orang bodoh menuruti cobaan dan kemudian sesudah itu menderita konsekuensi-konsekuensinya”. ~Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 142


“Hikmat akan menghindarkan kita untuk tidak terbenam oleh teka-teki kehidupan ini. Sebagian orang begitu tercekam dalam teka-teki kehidupan ini sehingga mereka tidak pernah hidup. Sebagian begitu diintimidasi masalah-masalah sehingga mereka ketakutan”. ~Derek Tiddbal, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), pp 142, 143


“Dalam kehidupan ini Allah sudah memberikan kita energi, kerja, kemampuan mental, pengetahuan dan hikmat atau kebijaksanaan. Mari kita pergunakan itu semua! Jika kita tidak mempergunakannya di sini, sudah pasti kita tidak akan mendapat kesempatan untuk mempergunakannya setelah ini. Keyakinan kita tidak perlu terletak pada diri kita tetapi pada Allah yang memberikannya pada kita. Kita bisa takin, karena kita mempercayai Dia”. ~ Derek Tidball, “That’s Life (Ind), p 187


“Sebagaimana kata Amsal, ‘Hati yang gembira adalah obat yang manjur’ (17:22), ….orang percaya bisa gembira karena dia membawa setiap beban dan kekuatiran kepada Allah, tahu bahwa sebagai Pencipta yang penuh kasih Dia akan menjadikan segala sesuatu di bawah kendali-Nya”. ~ Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 225

Advertisements

Disiplin

“Orang Kristen modern tidak kurang ´relevansinya´ dengan dunia ini.
Kekurangan mereka adalah kehidupan yang disiplin dan pikiran yang
kritis untuk melawan pencobaan-pencobaan yang telah mengubahnya
menjadi seperti yang orang-orang dunia pikirkan dan lakukan”. – Simon Chan


“Disiplin-disiplin yang Allah inginkan untuk membawa kita masuk dalam hadirat kemuliaan-Nya dan mengubah kita untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, bagi sebagian besar kita, hanya tinggal rutinitas saja — tidak lagi dipikirkan, tidak lagi diusahakan, tidak memberikan buah kecuali hanya sekedar untuk memenuhi tanggung jawab.
Jika demikian, maka kita sama sekali tidak mungkin memperlengkapi diri untuk bisa hidup bagi Kerajaan-Nya di dunia ini”. ~ T.M. Moore, dalam Disciplines of Grace


 

Kehidupan Kristiani

bio_khi_rick-warren 101_122“Tanpa Allah, kehidupan tidak memiliki tujuan, dan tanpa tujuan, kehidupan tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki arti atau harapan. ….Harapan sama pentingnya seperti udara dan air bagi kehidupan Anda….. Tragedi terbesar bukanlah kematian, melainkan kehidupan tanpa tujuan”. -Rick Warren, dalam The Purpose Drive Life


“Kita adalah produk dari masa lalu kita sendiri, tetapi kita tidak perlu menjadi tawanan (rasa bersalah karena) masa lalu. Tujuan Allah (untuk Anda) tidak dibatasi oleh masa lalu Anda. Allah mampu melakukan hal-hal ajaib dalam sisa hidup Anda. Allah ahli dalam memberi orang-orang suatu awal yang baru. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN”. -Rick Warren, dalam The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. ….Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan. Bukannya melepaskan penderitaan melalui pengampunan, mereka malah mengulanginya berkali-kali dalam pikiran mereka.
Kebencian selalu lebih melukai Anda ketimbang orang yang Anda benci. Sementara orang yang menyakiti hati Anda mungkin telah melupakan perbuatannya tersebut dan melanjutkan hidup, Anda terus dipenuhi penderitaan Anda, dengan mengabadikan masa lalu. ….Anda hanya melukai diri dengan kepahitan Anda. Alkitab berkata, “Hanyalah orang yang bodoh saja yang mati sebab sakit hatinya.” – Rick Warren, The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. …..Banyak orang digerakkan oleh rasa takut. Ketakutan adalah penjara yang dibangun oleh diri sendiri yang akan menghalangi Anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi Anda. Anda harus bergerak melawannya dengan senjata iman dan kasih. Alkitab mengatakan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” – Rick Warren, The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. …..Banyak orang digerakkan oleh materialisme.
….hal-hal yang paling berharga dalam kehidupan bukanlah materi! Kekayaan bisa hilang dalam sekejap – disebabkan berbagai faktor yang tidak bisa dikendalikan.
Rasa aman yang sesungguhnya hanya bisa ditemukan di dalam apa yang tidak pernah bisa diambil dari Anda, yaitu hubungan Anda dengan Allah”.- Rick Warren, The Purpose Drive Life


 

Pelayanan

bio_william barclay“Dan kalau kita bekerja bagi Allah, maka prestise merupakan hal yang tidak penting, karena kita tahu bahwa bahkan yang kita pikirkan paling baik di hadapan-Nya sama sekali tidak mempunyai arti”. ~William Barclay, dalam “Pemahaman Alkitab Setiap Hari, Lukas”


“Kalau kita bekerja hanya untuk mencapai sesuatu bagi kepentingan diri kita sendiri, maka apa yang diperbuat itu tidak berharga di hadapan Allah”. – William Barclay, dalam “Pemahaman Alkitab Setiap Hari, Lukas”


 

Pelayanan

“Dipakai oleh Tuhan. Adakah yang lebih menggembirakan, lebih memuaskan dari hal itu? Mungkin tidak, tapi ada yang lebih mendasar: bertemu dengan Tuhan. Untuk berlama-lama di hadirat-Nya, menjauh dari kebisingan kota dan, dalam ketenangan, memberi Dia pujian yang layak bagi-Nya. Sebelum kita melibatkan diri kita dalam (pelayanan) pekerjaan-Nya, mari kita bertemu Dia di dalam FirmanNya … dalam doa … dalam ibadah. – Charles (Chuck) Swindoll

 

Kesombongan

“Dalam usaha melebihi orang lain, dan meyakinkan diri bahwa kita lebih baik daripada mereka, kita cenderung melebih-lebihkan kepentingan kita. Tidak ada hal lain di mana kita mengkhianati diri kita sedemikian absurd dan tragis seperti saat kita berusaha memperilah diri diri sendiri. Karena itu, keangkuhan merupakan dosa manusia yang terbesar, yang mendatangkan malapetaka atas ketiga relasi diri — dengan Allah, diri sendiri dan dengan pihak lain”. ~Knox Chamblin 1936-2012

Salib

bio_jurgen-moltmann“Yesus Kristus yang menderita, wafat, dan bangkit adalah wujud solidaritas Allah, atau keterlibatan hidup Allah dalam sejarah manusia yang mengalami penderitaan. Allah pun tersalib di dalam manusia yang menderita. Yesus menjadi realitas konkret solidaritas Allah atas dasar cintakasih-Nya”. –  Jürgen Moltmann, dalam “The Crucified God”