Kehidupan Kristen

“Sesuatu yang mengaburkan pandanganku kepada Kristus, atau menghapus kerinduanku untuk mempelajari Alkitab, atau melumpuhkan kehidupan doaku, atau mempersulit pelayanan kekristenan, itu tidak baik untukku sebagai seorang Kristen, aku harus menjauhinya.” ~ J. Wilbur Chapman (1859-1918), Penginjil

Advertisements

Doa

“Saya dulu selalu berpikir bahwa doa harus menempati urutan pertama dan pengajaran pada urutan kedua. Sekarang saya merasa bahwa yang lebih benar adalah menempatkan doa pada urutan pertama, kedua, dan ketiga; sedangkan pengajaran pada urutan keempat.” ~James O. Fraser (1886 –1938), misionaris awal/pelopor ke Cina, yaitu suku Lisu, barat daya Cina

Iman

“Kita sering berpikir tentang iman yang besar sebagai sesuatu yang terjadi secara spontan sehingga kita dapat gunakan untuk mukjizat atau penyembuhan. Namun, iman terbesar dari semuanya, dan yang paling efektif, adalah hidup dari hari ke hari mempercayai-Nya. Yaitu mempercayai Dia sedemikian rupa sehingga kita melihat setiap masalah sebagai kesempatan untuk melihat pekerjaan-Nya dalam hidup kita”. ~Rick Joyner, pendiri pelayanan MorningStar Ministries, penulis

Ibadah

bio_david platt89“Ibadah/penyembahan yang penuh kesungguhan selalu membawa kita pada berkesaksian pribadi. Selalu. Dan apa artinya itu … jika kita tidak bersaksian, ada masalah dengan ibadah kita. Kita tidak melihat Allah sebagaimana Dia ada — not seeing God for who He is! Kita tidak menyadari apa yang Dia telah kerjakan (dalam hidup kita)! Kita tidak menyadari besarnya apa yang telah Dia lakukan untuk jiwa kita!” ~ David Platt

Hikmat

bio_derek tiddbal120_160“……mengapakah pengalaman hidup kita sangat mengecewakan? Pengkhotbah menyimpulkan bahwa hal itu karena Allah telah “memberikan kekekalan dalam hati manusia,” …..kita dibuat sesuai dengan gambaran Allah. Ia kekal
adanya, dan gambaran tersebut tertanam kokoh di dalam kita. Jadi kita tidak akan pernah mendapatkan kepuasan kecuali dalam hubungan kita dengan-Nya. Segala jalan lain menuju kepuasan pada akhirnya akan meninggalkan kita gelisah dan tidak puas”. ~ Derek Tidball, dalam “That Is Life” (Ind, Menjaring Angin), p. 56


“Kebijaksanaan tidak ada kaitannya dengan kepandaian akademis. Orang yang gagal mendapat gelar sarjana, mungkin sangat bijaksana. Kita mengetahui kenyataan bahwa banyak sarjana yang secara total kurang bijaksana. Kebijaksanaan (hikmat) adalah hidup dengan hormat di hadapan Allah. Hikmat adalah takut akan Allah di atas segala-galanya. Hikmat adalah untuk memahami dunia dan kehidupan Anda sendiri dari segi pandangan Allah…..Dampaknya berarti hidup dalam cara yang telah ditunjukkan Allah pada kita dalam Alkitab. ….Kalau Anda memiliki hikmat maka tidak akan langsung terjatuh kalau menghadapi bencana dalam kehidupan ini”. ~Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 140, 141


“Orang bijaksana tahu apa yang benar dan apa yang salah. Dan kalau menghadapi cobaan, dia tahu bahwa dia tidak harus menyerah pada cobaan itu. Alkitab penuh de ngan nas yang menjamin bahwa kita bisa menolak pencobaan secara berhasil (al. Mzm 119:9,11; 1 Kor 10:13). Dan banyak telah membuktikannya berhasil. Jadi orang bijaksana berpaling pada Allah untuk mendapatkan kekuatan dari Dia. Orang bodoh menuruti cobaan dan kemudian sesudah itu menderita konsekuensi-konsekuensinya”. ~Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 142


“Hikmat akan menghindarkan kita untuk tidak terbenam oleh teka-teki kehidupan ini. Sebagian orang begitu tercekam dalam teka-teki kehidupan ini sehingga mereka tidak pernah hidup. Sebagian begitu diintimidasi masalah-masalah sehingga mereka ketakutan”. ~Derek Tiddbal, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), pp 142, 143


“Dalam kehidupan ini Allah sudah memberikan kita energi, kerja, kemampuan mental, pengetahuan dan hikmat atau kebijaksanaan. Mari kita pergunakan itu semua! Jika kita tidak mempergunakannya di sini, sudah pasti kita tidak akan mendapat kesempatan untuk mempergunakannya setelah ini. Keyakinan kita tidak perlu terletak pada diri kita tetapi pada Allah yang memberikannya pada kita. Kita bisa takin, karena kita mempercayai Dia”. ~ Derek Tidball, “That’s Life (Ind), p 187


“Sebagaimana kata Amsal, ‘Hati yang gembira adalah obat yang manjur’ (17:22), ….orang percaya bisa gembira karena dia membawa setiap beban dan kekuatiran kepada Allah, tahu bahwa sebagai Pencipta yang penuh kasih Dia akan menjadikan segala sesuatu di bawah kendali-Nya”. ~ Derek Tidball, “That’s Life (Ind, Menjaring Angin), p 225

Disiplin

“Orang Kristen modern tidak kurang ´relevansinya´ dengan dunia ini.
Kekurangan mereka adalah kehidupan yang disiplin dan pikiran yang
kritis untuk melawan pencobaan-pencobaan yang telah mengubahnya
menjadi seperti yang orang-orang dunia pikirkan dan lakukan”. – Simon Chan


“Disiplin-disiplin yang Allah inginkan untuk membawa kita masuk dalam hadirat kemuliaan-Nya dan mengubah kita untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, bagi sebagian besar kita, hanya tinggal rutinitas saja — tidak lagi dipikirkan, tidak lagi diusahakan, tidak memberikan buah kecuali hanya sekedar untuk memenuhi tanggung jawab.
Jika demikian, maka kita sama sekali tidak mungkin memperlengkapi diri untuk bisa hidup bagi Kerajaan-Nya di dunia ini”. ~ T.M. Moore, dalam Disciplines of Grace


 

Kehidupan Kristiani

bio_khi_rick-warren 101_122“Tanpa Allah, kehidupan tidak memiliki tujuan, dan tanpa tujuan, kehidupan tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki arti atau harapan. ….Harapan sama pentingnya seperti udara dan air bagi kehidupan Anda….. Tragedi terbesar bukanlah kematian, melainkan kehidupan tanpa tujuan”. -Rick Warren, dalam The Purpose Drive Life


“Kita adalah produk dari masa lalu kita sendiri, tetapi kita tidak perlu menjadi tawanan (rasa bersalah karena) masa lalu. Tujuan Allah (untuk Anda) tidak dibatasi oleh masa lalu Anda. Allah mampu melakukan hal-hal ajaib dalam sisa hidup Anda. Allah ahli dalam memberi orang-orang suatu awal yang baru. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN”. -Rick Warren, dalam The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. ….Banyak orang digerakkan oleh kebencian dan kemarahan. Bukannya melepaskan penderitaan melalui pengampunan, mereka malah mengulanginya berkali-kali dalam pikiran mereka.
Kebencian selalu lebih melukai Anda ketimbang orang yang Anda benci. Sementara orang yang menyakiti hati Anda mungkin telah melupakan perbuatannya tersebut dan melanjutkan hidup, Anda terus dipenuhi penderitaan Anda, dengan mengabadikan masa lalu. ….Anda hanya melukai diri dengan kepahitan Anda. Alkitab berkata, “Hanyalah orang yang bodoh saja yang mati sebab sakit hatinya.” – Rick Warren, The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. …..Banyak orang digerakkan oleh rasa takut. Ketakutan adalah penjara yang dibangun oleh diri sendiri yang akan menghalangi Anda untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi Anda. Anda harus bergerak melawannya dengan senjata iman dan kasih. Alkitab mengatakan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” – Rick Warren, The Purpose Drive Life


“Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu. …..Banyak orang digerakkan oleh materialisme.
….hal-hal yang paling berharga dalam kehidupan bukanlah materi! Kekayaan bisa hilang dalam sekejap – disebabkan berbagai faktor yang tidak bisa dikendalikan.
Rasa aman yang sesungguhnya hanya bisa ditemukan di dalam apa yang tidak pernah bisa diambil dari Anda, yaitu hubungan Anda dengan Allah”.- Rick Warren, The Purpose Drive Life


 

Pelayanan

bio_william barclay“Dan kalau kita bekerja bagi Allah, maka prestise merupakan hal yang tidak penting, karena kita tahu bahwa bahkan yang kita pikirkan paling baik di hadapan-Nya sama sekali tidak mempunyai arti”. ~William Barclay, dalam “Pemahaman Alkitab Setiap Hari, Lukas”


“Kalau kita bekerja hanya untuk mencapai sesuatu bagi kepentingan diri kita sendiri, maka apa yang diperbuat itu tidak berharga di hadapan Allah”. – William Barclay, dalam “Pemahaman Alkitab Setiap Hari, Lukas”