Kebangunan Rohani

bio_henry blackaby“Ketika Allah yang kudus mendekat dalam kebangunan rohani sejati, orang-orang datang dalam keinsafan yang amat sangat akan dosa. Ciri yang luar biasa dari kebangkitan rohani adalah kesadaran yang mendalam akan kehadiran dan kekudusan Allah”. – Henry Blackaby

Advertisements

Kebenaran

“Pada dasarnya manusia berdosa takkan mampu melakukan kebenaran meskipun ada kerinduan. Manusia mampu melakukan kebenaran bila ditolong oleh keajaiban kasih Allah dan keajaiban kasih Kristus. Itu sebabnya Tuhan mengaruniakan Roh Kudus, mengubah kita dari status di bawah hukum dosa dan maut pada hukum Roh, sehingga hukum Rohlah yang memerintah (berfungsi) di dalam diri orang beriman. Dialah yang memampukan umat-Nya melakukan kebenaran yang Allah kehendaki”. – DR Dorothy I. Marx, dalam “Kebenaran Meninggikan Derajat bangsa” (2005)

Dosa

bio_John_Owen 251_320“Orang yang berusaha menekan dosa tanpa bantuan Roh Kudus, sia-sia berjerih lelah. Mereka tidak akan menang bertempur, membayar mahal perang tanpa perdamaian, dan menjadi budak dosa seumur hidup”. ~John Owen (1616-1683)


“Kita harus membenci setiap dosa karena dosa adalah dosa, dan bukan semata karena dosa menyusahkan kita. Kasih akan Kristus yang telah menanggung salib, dan membenci dosa yang telah mengirim-Nya ke sana, merupakan landasan rohani yang kokoh dan benar demi mematikan dosa. Mengupayakan tindakan mematikan dosa hanya karena dosa itu menyusahkan kita berasal dari kasih yang egois”. ~John Owen (1616-1683)

Dosa

bio_oswaldchambersKita harus meninggalkan dosa. Dosa itu milik neraka dan iblis. Saya, sebagai seorang anak Allah, adalah milik surga dan milik Allah. Ini, (meninggalkan dosa) lebih dari sekedar melepaskan dosa, tetapi melepaskan hak saya atas diri saya sendiri — menyangkal diri, menyerahkan kebebasan kodrati dan kehendak hati saya. “Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging…” – Oswald Chambers

Doa: Selamatkan kami hari ini dari segala dosa

Ya Tuhan, Bapa kami, selamatkan kami hari ini dari segala dosa, sebab kami begitu mudah dan selalu jatuh ke dalamnya.

 Jangan biarkan kami menuntut syarat-syarat dari orang lain, padahal kami sendiri malah tidak pernah mencoba memenuhi syarat-syarat tersebut.

Jangan biarkan kami mencari dalih, padahal kalau orang lain berbuat hal itu kami sendiri mengutuknya.

Jangan biarkan kami membuka mata lebar-lebar terhadap kesalahan orang lain, tetapi menutup mata terhadap kesalahan kami sendiri.

 Jangan biarkan kami menganggap perbuatan baik orang lain kepada kami sebagai hak kami, dan tidak menyadari berapa banyak yang telah mereka lakukan dan berapa banyak yang kami tuntut dari mereka

 Tolong kami hari ini untuk berusaha melakukan kepada orang lain apa yang kami ingin mereka lakukan terhadap kami.

 Tolonglah kami melaksanakan hukum Yesus Kristus ini.

 Semua ini kami mohon demi kasih-Mu. Amin.

(William Barclay, Doa-doa Setiap Hari, hal 73)

Dosa

bio_Eka_darmaputera“Herankah kita mengapa dalam Kotbah di Bukit Yesus begitu menekankan peran hati? Dosa, dalam bentuknya yang paling nyata, memang berwujud tindakan. Tapi dosa tidak berpangkal di situ – di hati. Tindakan hanyalah out-put saja dari apa yang ada di dalam hati. ….Seperti uap yang dengan sendirinya keluar dari ketel, ketika air yang dijerang mulai mendidih. ”Dosa” ada di ketel, bukan di uap… Yesus menekankan apa yang tersemai di hati manusia, sebab itulah yang akan kita tuai dalam bentuk dosa”. – Eka Dharnaputera (1942-2005) dalam “Dari Hati Turun ke Mata

Dosa

bio_R._C._Sproul“AMARAH itu bukan dengan sendirinya dosa, tapi … mungkin kesempatan untuk (jatuh kedalam) dosa. Masalah pengendalian-diri adalah soal bagaimana kita berurusan dengan kemarahan. Kekerasan, kemarahan, kepahitan, kebencian, permusuhan, dan bahkan menarik diri dan bungkam, semuanya merupakan tanggapan berdosa terhadap amarah”. – R.C. Sproul


“Kita semua orang berdosa bukan karena kita telah berbuat dosa, tetapi kita berbuat dosa karena kita adalah orang berdosa.” – R.C. Sproul